SMASejarah

Masa Pra-Aksara dan Tradisi Sejarah Masa Aksara

Pra-Aksara Masa Aksara Photo by João Silas on Unsplash

Masa Pra-aksara

Pra-aksara dan masa aksara Carisemuaja.com – Masa Pra-aksara (pra-sejarah) ditandai dengan belum dikenalnya tulisan dan tradisi membaca pada masyarakat pendukungnya. Pengalaman masa lalu bagi masyarakat yang belum mengenal tulisan selalu dikaitkan dengan alam. Bagi mereka, pengalaman masa lalu ini tidak hanya dijadikan sebatas pengetahuan saja, melainkan pedoman hidup. Semua nilai-nilai kehidupan yang ada dalam pengalaman sejarah seperti; kebaikan, kebenaran, keberanian, kejujuran, dan kekeluargaan lebih penting daripada faktanya.

Dalam mewariskan tradisi sejarah, masyarakat pra-aksara ini mewariskan pengalaman-pengalaman hidupnya secara turun-temurun melalui tradisi lisan. Tradisi lisan ini diartikan oleh Jan Vansina sebagai kesaksian lisan yang disampaikan secara verbal dari satu generasi ke generasi berikutnya.

adapun ciri-ciri tradisi lisan adalah sebagai berikut:
1. Pesan-pesan disampaikan secara lisan (ucapan, nyanyian, musik).
2. Berasal dari satu generasi ke generasi berikutnya (diwariskan)

Jejak Sejarah dalam Folklor

Kata folklore berasal dari bahasa Inggris, dari dua suku kata dasar, yakni folk dan lore. Folk artinya “kolektif” yaitu kelompok orang yang memiliki ciri fisik, sosial, dan kebudayaan yang sama dan berbeda dengan kelompok lainnya. Dan lore yang berarti tradisi yang dimiliki oleh folk tersebut.

Adapun berikut empat fungsi dari folklore:

  • Sebagai sistem proyeksi (pencerminan angan-angan seatu kelompok)
  • Sebagai pengesahan lembaga-lembaga kebudayaan
  • Sebagai pendidikan anak
  • Sebagai penggagas norma agar masyarakat mematuhinya

Ciri-ciri Folklore

  • Diwariskan secara lisan
  • Bersifat tradisional
  • Ada dalam versi yang berbeda
  • Bersifat anonim
  • Bentuknya berpola
  • Memiliki fungsi bagi kehidupan
  • Bersifat pra-logis
  • Milik bersama masyarakat tertentu
  • Bersifat polos dan lugu

Tiga Jenis Folklore menurut Jan Harold Brunvand

1. Folklore Lisan

  • Bahasa rakyat: logat, julukan, pangkat tradisional, titel kebangsawanan.
  • Ungkapan tradisional: peribahasa, pepatah.
  • Pertanyaan tradisional: teka-teki
  • Puisi rakyat: pantun, gurindam, syair.
  • Cerita rakyat: mitos, legenda, dongeng.
  • Nyayian rakyat

2. Folklore Sebagian Lisan

Merupakan campuran antara lisan dan bukan lisan, seperti kepercayaan rakyat, permainan rakyat, teater rakyat, tarian rakyat, adat istiadat, upacara adat, dan pesta rakyat.

3. Folklore Bukan Lisan

  • Material: Arsitektur rakyat, kerajinan tangan, makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, obat-obatan.
  • Non material: Gerak isyarat tradisional, bunyi isyarat tradisional (bunyi kentongan sebagai tanda bahaya) dan musik rakyat.

Tradisi Sejarah Masa Aksara

Bangsa Indonesia mengakhiri masa Pra-aksaranya sejak abad ke 4 masehi dengan ditemukannya prasasti Kutai di kalimantan Timur. Prasasti ini berhuruf Pallawa yang lazin digunakan para raja di India Selatan sejak abad ke 4 hingga abad ke 9 masehi.

Rekaman Tertulis Masa Aksara

Pada masa kepercayaan Hindu-Budha dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia terdapat beberapa bukti terkait dimulainya masa sejarah di Indonesia yang tertulis di prasasti maupun dalam naskah kuno.

Prasasti sendiri merupakan tulisan yang dipahat pada batu logam. Contoh prasasti pada masa Hindu-Budha di Indonesia adalah Prasasti Yupa yang di temukan pada abad ke 4 masehi, Lalu ada Prasasti Tarumanegara pada abad ke 5 masehi, dan juga Prasasti Sriwijaya pada abad ke 7 masehi.

Adapun pada masa Islam telah masuk ke Indonesia terdapat beberapa peninggalan yang berupa rekaman tertulis seperti kitab suci Al-Quran dan juga dalam berbentuk naskah seperti Hikayat Banjir, Hikayat Raja-raja Pasai, dan juga Hikayat Amir Hamzah.

Comment here