Pengakuan Indigo: Sewaktu Kecil Dulu, Aku Tak Tahu Itu Hantu

Pengakuan Indigo: Sewaktu Kecil Dulu, Aku Tak Tahu Itu Hantu

Kisah ini merupakan ungkapan seorang anak indigo, namanya sengaja tak kami sebutkan.

Demi menjaga privasinya.

Dia adalah seorang anak yang begitu polos. Sewaktu kecil, ia tak begitu memiliki banyak teman.

Hanya dua orang teman dekat, dan 25 anggota murid di sekolah. Teman namun tak begitu dekat.

Kesehariannya sama seperti anak kecil pada umumnya belajar dan bermain.

Namun, ada satu kebiasaan yang berbeda. Dia selalu bermain dengan hantu. Ya, sosok tak kasat mata bagi sebagian orang yang tak mampu melihat.

Ia bermain di pekarangan rumah, dengan boneka dan mainan lainnya.

Suatu hari, dia sedang bermain asik dengan teman hantunya.

Sang ibu kaget, ketika melihat anaknya tertawa dan berbicara sendiri.

Akhirnya, ibu berlari terbiri-birit dan menarik anaknya. Kepala anak itu di tiup menggunakan bacaan ayat.

“Kenapa ibu?” tanya anak itu. Sang ibu menceritakan apa yang dilihatnya, namun anak ini malah tertawa dan mengenalkan hantu itu kepada ibunya.

Ia yang tidak menyadari bahwa anak perempuan dengan rambut tak begitu panjang terlihat pucat adalah hantu.

Ibunya histeris, dan menarik anaknya kedalam rumah. Sang ibu begitu syok mengira anaknya tidak waras.

Namun, dia tetap saja bermain dengan hantu tersebut.

Hingga pada suatu malam, dia akhirnya tertidur. Saat tertidur pulas, ia tiba-tiba terbangun dan berjalan menuju pekarangan rumah bermain sambil menutup mata.

Ibunya kembali kaget, melihat anaknya diluar pada waktu malam hari.

Tanpa sengaja, sang ibu melihat hantu anak itu namun begitu menyeramkan.

Hantu tersebut tersenyum memperlihatkan giginya, matanya hitam, dan wajahnya begitu pucat.

Ibunya tersadar sang anak sedang dalam gangguan hantu.

Hingga saat dewasa, anak tersebut masih saja ditemani oleh hantu.

“Hantu itu tetap kecil, dan saya tumbuh besar. Bahkan tidurpun selalu bersama,” katanya.

Dia juga mengatakan, hantu yang mengikutinya telah membuatnya menjadi seorang anak indigo.

“Saya bisa pergi dari dimensi yang satu ke lainnya,” jelasnya.

iniilul:

View Comments (8)

  • Mntap keren ceritanya min😆😆

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked*

    • makasih banyak gan :D

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked*

  • Keren ceritany min, ijin save ya

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked*

    • Bisa jadi indigo sendiri adalah devil within

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked*

      • hehehhehe, iya mas....

        Cancel reply

        Leave a Reply

        Your email address will not be published. Required fields are marked*

    • sippp 86 gan

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked*

  • Bgs ceritanya. Horor....

    Cancel reply

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked*

    • makasih atas masukkannya gan

      Cancel reply

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*