Informasi

3000 Pribumi Terancam PHK jika 500 TKA asal China ditolak Bekerja

3000 Pribumi Terancam PHK jika 500 TKA asal China ditolak Bekerja Supaya ng bisa di copy paste https://unsplash.com/photos/qvBYnMuNJ9A Photo by Josue Isai Ramos Figueroa

TKA asal China Carisemuaja.com – Ditengah banyaknya karyawan yang terkena phk akbibat efek dari Covid-19, belakangan merebak kabar akan datangnya 500 TKA asal China yang akan dipekerjakan di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kabar ini sendiri menuai pro dan kontra. Dan tidak sedikit publik yang mempertanyakan kualitas pekerja dalam negeri kita. Alasannya, ditengah situasi sulitnya mencari lapangan kerja sangat miris untuk seatu proyek lebih dipercayakan kepada tenaga kerja asing atau TKA.

Namun usut demi usut, ternyata ada alasan yang sangat mendasar mengapa 500 TKA asal China harus didatangkan ke Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Dua perusahaan yaitu PT Vitue Drabon Nikel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) ikut berkomentar akan hal ini. External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto bahkan membeberkan akan ada 3000 pribumi yang akan diPHK jika kedatangan 500 TKA China ini ditolak.

Lanjutnya, alasan kedatangan 500 TKA asal China ke Sultra sendiri adalah untuk mengerjakan 33 tungku smelter miliki PT OSS. Dan untuk pengerjaan tungku smelter ini, sudah disiapkan kurang lebih 3.000 pekerja lokal.

Nantinya, 500 TKA ini akan mengerjakan pekerjaan teknis dan bekerja secara temporer bergantian dan bukan untuk jejang waktu yang lama. Adapun 500 TKA asal China ini adalah tenaga ahli untuk memasang alat pada tungku smelter tersebut.

Untuk sekarang, pengerjaan tungku smelter ini pun terpaksa diberhentikan untuk sementara melihat kurangnya tenaga ahli yang akan menangani projek tersebut

Lebih lanjut, seperti yang telah dilansir oleh kompas.com Senin (11/5/2020) Indrayanto membeberkan bahwa, “Setelah mereka melakukan pemasangan, mereka akan kembali lagi ke Tiongkok. Paling lama itu tiga bulan, maksimal enam bulan, tenaga ahli itu paling lama bekerja 6 bulan, jika bisa lebih cepat lagi misal 3 bulan selesai, mereka langsung pulang.

“Namun dengan pertimbangan terbitnya Permenhub Nomor 25 tahun 2020 serta permintaan dari instansi terkait untuk menunda rencana tersebut, maka pada 24 April 2020, perusahaan memutuskan untuk menunda kedatangan TKA tersebut,” sambungnya.

Ia pun mengkalaim bahwa sudah ada ribuan pekerja yang menunggu kedangan 500 TKA asal China demi melanjutkan proyek tungku smelter yang sudah terbengkalai. Dan ribuan pekerja lokal ini sendiri adalah mereka yang telah lulus dalam seleksi penerimaan karyawan.

Comment here