Sosiologi Sebagai Ilmu

Sejarah Lahirnya Sosiologi

Istilah sosiologi muncul pertama kali pada tahun 1839 dalam pelajaran ke-47 Course De Philosophie (kuliah filsafat) karya Auguste Comte seoran filosof dari Prancis. Pada saat itu, Comte memperkenalkan istilah Fisika Sosial untuk studi barunya tentang masyarakat. Namun, karena istilah tersebut sudah lebih dulu digunakan oleh Adolphe Quetelet untuk studi kependudukan, maka ia memberikan istilah “sosiologi”, dari bahasa Latin, yaitu socius (kawan) dan logos (ilmu).

Oleh karena Auguste Comte adalah orang pertama yang memperkenalkan sosiologi secara ilmiah, maka ia disebut sebagai bapak sosiologi. Hasil pemikirannya yang terkenal adalah tentang pandangannya mengenai perkembangan kehidupan di masyarakat, yaitu;

1. Tahap Teologi
Tahap ini ditandai oleh tunduk patuhnya masyarakat terhadap dogma, doktrin, dan ajaran agama.
2. Tahap Metafisika
Tahap ini ditandai oleh kepercayaan masyarakat terhadap ilmu filsafat (mencari kebenaran hakiki)
3.Tahap Positivisme


Tahap ini ditandai dengan penggunaan ilmu pengetahuan atau prosedur ilmiah oleh masyarakat dalam menyelesaikan berbagai masalah baik fisik maupun sosial

Definisi Sosiologi

Para ahli ilmu sosial memberikan definisi untuk sosiologi seperti berikut:
Roucekdan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok-kelompok.
William F. Ogburn-Mayer F. Nimkoff
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
Selo Soemardijan-Soelaeman Soermardi
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang memperlajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan kajian pada kehidupan dan produk kehidupan kelompok tersebut.
Soerjono Soekanto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu

Menurut Harry M. Johnson, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Empiris, yaitu berdasarkan pengalaman pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga)
b. Teoritis, yaitu menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, sebagai kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalakan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
c. Kumulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
d. Non-etis, yaitu memperlajari gejalan sosial masyarakat dengan tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, melainkan hanya menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

Objek Sosiologi

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek:
a. Objek Material
Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala sosial dan proses hubungan antar manusia yang mempengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.
b. Objek Formal
Objek formal sosiologi adalah hubungan manusia dengan manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

Realitas Sosial

Menurut Emile Durkheim, realitas sosial disebut fakta sosial. Fakta sosial adalah cara bertindak, berfikir, dan berperasaan yang bersumber pada satu kekuatan di luar individu, bersifat memaksa dan mengendalikan, dan berada di luar kehendak individu.
Secara lebih rinci, Soerjono Soekanto menyatakan, bahwa seatu masyarakat tersusun oleh enam realitas sosial, yaitu sebagai berikut:
1. Interkasi sosial
2. Kebudayaan
3. Nilai dan normal sosial
4. Stratifikasi sosial
5. Status dan peran sosial
6. Perubahan sosial

Metode Sosiologi

a. Metode Kualitatif

Metode kualitatif merupakan metode yang menekankan pada makna dan tentang terjadinya interaksi yang membentuk tindakan, serta kondisi sosial tertentu.
Yang termasuk di dalam metode kualitatif adalah:
1. Metode historis; metode ini mengkaji peristiwa-peristiwa masa lampau untuk memahami prinsip-prinsip umum.
2. Metode komparatif; membandingkan berbagai macam bidang sosial masyarakat untuk mendapatkan perbedaan dan persamaan sebagai informasi sosiologis.
3. Metode Studikasus; memusatkan perhatikan pada fenomena (gejala) sosial yang nyata dalam masyarakat.

b. Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif merupakan metode yang menggunakan angka-angka yang kemudian diolah dalam bentuk statistik, seperti: skala, tabel, dan indeks.

Klik di sini untuk latihan soal ini BAB ini

admin: Aktif nge blog sejak 2008. Sekarang kerja di salah satu digital advertizing company. Spesialis dalam monetisasi website dan Aplikasi. Certified with Google ADmanager, Google Admob, and Google Analytics

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*